Andai Saja Aku Bisa
Thursday, June 7th, 2007Huh… Bahkan sampai sekarang pun tak
pernah bisa kucerna makna beban di
hatiku ini. Kadang terasa sangat sakit,
kadang terasa sangat sepi. Dan pada
akhirnya, aku hanya akan terus
sendiri… Orang sepertiku…, seorang
malaikat hitam sepertiku…memang sudah
terbiasa selalu sendiri. NAmun…,
sungguh aku ingin sekali bisa ditemani,
meski hanya dengan adanya satu orang
saja, kamu seorang. KArena
berdua…sungguh jauh lebih baik
daripada hanya seorang diri. Dan aku
akan selalu tahu…kalau aku akan selalu
tak pernah sendiri lagi……
TErlalu banyak tugas yang tak tuntas.
Terlalu banyak luka yang membekas.
Segala improvisasiku sudah mulai
melemah. Dan sekarang ini…, aku yang
sekarang ini…, hanya seorang laki-laki
yang penuh dengan titik kelemahan. AKu
hanya bisa bekerja dengan 50%
kekuatan…, dan…’hampir semua’
pekerjaanku tidak tuntas… Sungguh…,
aku ingin seseorang yang bisa melihat ke
‘aku yang asli’, mampu menembus
kerapuhan di balik sifat burukku, dan
mampu hidupkan kembali kekuatanku untuk
melakukan improvisasi lagi…… DI
dunia ini, aku hanya berharap padamu
seorang. Dan entah kenapa…, aku hanya
bisa percaya kamu seorang…yang bisa
membuatku ‘hidup’ lagi. Karena itu…,
aku menunggu untuk kapanpun, meski aku
tidak yakin mampu bertahan hidup…
Namun, aku takut. Aku sungguh takut
bersama. Karena dengan bersama, maka
kamu akan terus ’sakit’ karenaku, di
saat nanti kamu coba cari tahu ’siapa
aku yang asli’. AKu sangat takut kamu
tak akan bisa menerimaku, juga segala
kerapuhanku… Segala beban hatiku…,
segala rahasia yang terus kupendam
hingga sekarang…, juga……tentang
segala kelemahanku…
Dan…, daripada kamu sakit, maka
biarlah aku seorang yang pergi dan
sakit… Biar aku seorang yang terus
menyesal dan meratapi hidup dengan 50%
tenagaku yang tersisa, karena 50%nya
telah kamu renggut saat aku…mulai
sadar aku mencintaimu…… Aku tidak
peduli apa kata orang. Yang pasti…,
aku ingin coba membuktikan…kalau cinta
abadi itu benar-benar ada…, dan
benar-benar bisa kubawa tidak hanya
sampai mati, tapi sampai kita ketemu
lagi di dunia BAPA… Andai saja……,
ini bisa kubacakan di hatimu……
Semoga…, kelak nanti kamu bisa jadi
seorang istri…, juga ibu yang baik dan
tetap lugu… Terima kasih…, meski
kamu satu-satunya orang yang simpankan
luka terdalam di hatiku, tapi berkat
kamulah aku jadi tahu jalanku
sesungguhnya. Kamu sumber utama
inspirasiku selama ini. Meski sekarang
aku hanya punya 50% semangat, tapi aku
akan berusaha menyelesaikan ’satu karya
spesial itu’…khusus untuk kamu seorang…
- demasu -