dhiny-san
Monday, October 8th, 2007Dhiny-san……
Dhiny-san…… Entah kenapa setiap memikirkannya aku selalu saja terus berpikiran positif padanya, meski aku tahu dia tidak sepositif yang ada di pikiranku. Aku tahu dia penuh misteri. Kadang dia terlihat sangat anggun, manis, pendiam, agak tertutup. Dan di saat lain aku melihat dia hanyalah seorang gadis biasa yang tidak seideal itu. Dan aku pun tahu……keanggunannya itu hanyalah sebuah kedok misterius, persis sepertiku. Saat aku tertawa meski hati tidak ingin tertawa, saat aku terus ikuti kemauan teman, meski sebenarnya aku banyak kerjaan ataupun tidak mau, saat aku pura2 senyum pada orang yang menyapaku, meski sesungguhnya orang itu adalah orang yang kubenci. Semua sama. Pada akhirnya, aku tak pernah menyadari kalau aku mencintai orang yang sifatnya mirip denganku. Aku tak pernah menyadari…kalau aku yang selalu palsu pada hatiku…mencintai dia yang selalu palsu pada hatinya. Hmm, senang sekali bertemu seseorang yang selalu disebut dengan "Soulmate"…
Dhiny-san…terkadang memantulkan aura melankolis yang sama sepertiku. Rasa kesepian, rasa sangat ingin sesekali dimengerti dan dipahami hatinya, rasa sangat ingin untuk dilindungi, juga rasa ingin terus ditemani oleh orang yang dicintai. Setiap kali memikirkan Dhiny, selalu saja terlintas wajah merenungnya. Pada akhirnya, sampai kapanpun aku selalu berpikiran positif padanya (TT_TT). Karena iba dengan kesamaan hatinya, kesamaan aura, aku pun selalu berharap bisa di sisinya, paling tidak memandangnya setiap hari, sesering mungkin. Tanpa sadar, aku sudah memiliki perasaan yang sudah terlanjur abadi di hati, yang mau tidak mau akan kubawa terus sampai di rumah BAPA nanti. Karena aku tidak mau berpikir bahwa cinta berakhir saat hidup berakhir. Aku ingin cinta ini tetap hidup, bahkan sampai setelah selesainya kehidupan nanti. Aku tidak yakin bisa hapus rasa ini, aku juga tidak mau menghapus rasa ini. AKu ingin menyimpan perasaan ini, karena Dhiny adalah satu gadis yang pernah membuatku benar-benar depresi dan menangis dengan sangat sakit. Juga, sebagai tanda bahwa aku sangat menghormatinya sebagai orang yang selalu kucintai, juga sebagai "soulmate"ku yang sangat berharga. Yang selalu aku berusaha membuat dirinya senang.
Andai bisa, aku ingin bersamanya saling mendewasakan diri, aku ingin pahami hatinya yang sering terselubung. Namun, takdir tidak sesimpel itu, bukan…(^_^). Kelak, saat dhiny kehilangan setiap orang yang dicintai ataupun yang mencintainya, saat dhiny tidak lagi dikenal siapapun, maka dia akan masih punya aku sebagai orang yang selalu ada untuknya. Kapanpun, di dunia setelah ini pun, aku akan selalu ada, karena aku sudah berjanji akan menyimpan perasaan ini. Karena aku sudah terlanjur tidak bisa menghapus perasaan ini. Huh…, hati yang terbelah 2… AKu tidak tahu kelak nanti jika kutemukan orang yang sungguh2 mencintaiku. Di saat nanti aku mulai mencintainya, aku ragu apakah dia akan mampu menerima hatiku yang terbelah 2 ini, bukan karena aku ingin bersikap playboy, melainkan karena aku tidak bisa menghapus ataupun mengambil balik pecahan hatiku yang sudah terlanjur terbawa dhiny-san. Hmm, tapi, aku akan tetap mencintainya dengan sisa hatiku, sepenuh rona hatiku yang tersisa. Dan biarlah perasaanku pada dhiny-san ini…menjadi souvenir untuk masa berikutnya, juga berikutnya lagi. dhiny-san, terima kasih banyak…(^_^). walaupun mungkin hanyalah cinta yang sebelah tangan … yang akan kujaga akan tetap abadi.
Dan karena hal ini pun aku jadi paham, bahwa cinta bukan hal yang bisa ditentukan oleh aturan2 dunia. Entah mau monogami atau poligami, semua itu tergantung hati masing2. jika memang sudah terlanjur terbagi 2 dan tidak bisa dihapus lagi, maka memang lebih baik disimpan, daripada harus palsu pada hati sendiri dan mengatakan "Aku sudah melupakannya", tapi pada akhirnya malah kena dampak fatal dari hati yang sesungguhnya, rasa sakit saat melihat sosok orang itu sekali lagi. jika memang keduanya bisa diraih, maka itu baik adanya. Tapi jika hanya bisa satu, maka biarlah pecahan lainnya tersimpan sebagai kenang2an, bahwa selalu ada perasaan mendalam pada orang itu.
Dan cinta…bukanlah hal yang bisa ditentukan, bahkan oleh agama2 yang bahkan BAPA sendiri yang mengajarkan. Agama hanya sebagai pedoman dan penunjuk jalan supaya mampu mencerna seperti apa cinta yang selayaknya.Cinta sendiri…adalah perasaan murni dari manusia. Bisa diambil perumpamaan seperti ini, "Seorang bapak yang mempunyai kerabat yang sangat banyak memanggil anaknya yang belum menikah untuk menemui beliau. Dan dipanggillah kerabat2 bapak itu untuk berkumpul membawa anak perempuan mereka yang juga belum berjodoh. Dan si anak pun dipersilahkan sang bapak untuk memilih siapa yang benar2 dicintai, tentunya setelah berbincang2 dan mengalami masa2 yang tak terlupakan selama mencoba mengenal perempuan satu dengan yang lainnya. Dan jika saatnya tiba, maka si anak akan diberi kebebasan utuh untuk mencintai, dengan menjanjikan pertanggungjawaban bahwa si anak akan mencintai siapapun itu, sebanyak apapun perempuan itu semurni yang hati si anak berkenan untuk cintai.".
Sekarang ini, hanya kalimat inilah yang akan terus membawaku maju. "Cinta adalah abadi, cinta adalah kebebasan tak terikat oleh apapun hal dunia, apapun aturan dunia. Karena cinta adalah hal yang paling tidak bisa diatur ke sana kemari oleh siapapun, oleh apapun. Biarlah Cupid memanahmu dengan panah asmaranya. Biarlah BAPA membimbingmu tuk bertemu dengan dia yang akan kamu cintai. Dan jika cinta pun bersemi, maka cintailah orang itu sebebas apa yang hatimu ingin berikan dan lakukan. Dan dengan begitu BAPA akan merestuimu. Dan jika bisa, bawalah cintamu sampai abadi di surga nanti. Biarlah sekali lagi BAPA menikahkan kalian kembali…sebagai pasangan abadi di surga". Dhiny-san, zutto aishite iru yo